Khalilullah, Penutur Kata yang Baik

Belakangan ini, tayangan berita banyak memuat tentang liputan Ibadah Haji. Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia mendatangi kota suci, Mekkah Al Mukarromah untuk mulai bersiap melaksanakan rukun Ibadah Haji. Melihat reportase tersebut, begitu merindunya hati ini melihat Ka’bah yang terpampang lewat televisi. Adakah yang lainnya merasakan demikian ? Beratus mil jauhnya jarak seakan tidak bisa menghadang rasa yang amat-sangat ingin ikut serta di salah satu ibadah dalam Rukun Islam tersebut. Ibadah yang merupakan panggilan langsung dari Allah Maha Pencipta bagi hamba-Nya. Semoga kita termasuk dalam hamba-Nya yang terpanggil dan dimampukan secara fisik serta harta.

 
Salah satu bulan mulia dalam Kalender Islam, yaitu Dzulhijjah, telah datang. Menurut HR. Ahmad , “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih disukai-Nya untuk digunakan sebagai tempat beramal sebagaimana 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu, perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid”
Berbicara Dzulhijjah tidak terlepas dari kisah kekasih Allah Subhanallahu wa ta’alaa, yakni Nabi Ibrahim alaihissalam. Semasa hidupnya, Ibrahim mempunyai banyak harapan yang ia tuangkan dalam berbagai lantunan doa. Ada empat harapan Ibrahim yang termuat dalam doanya dan harapannya menjadi harapan kita semua yang harus diperjuangkan.

 
Pertama, harapan untuk dirinya. Ibrahim sangat berharap dirinya bebas dari kemusyrikan (menyekutukan Allah), “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala’ (QS. Ibrahim:35). Sayyid Quthb dalam tafsirnya berujar bahwa doa ini menampakkan adanya kenikmatan lain dari nikmat-nikmat Allah yakni nikmat dari dikeluarkannya hati dari berbagi kegelapan dan kejahiliyahan. Demikian pentingnya iman dalam diri sehingga menjadi prinsip bagi seorang Muslim.

 
Kedua, harapan untuk keluarga. Mulai dari orang tuanya. “Dan ingatlah di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, ‘Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai Tuhan ? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata’ (QS. Al-Anam:74). Hingga anak keturunannya, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk dalam orang-orang shalih. Maka, Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Tatkala, anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, lalu Ibrahim berkata, ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu. Anaknya menjawab, ‘Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS. As-Shaffat: 100-102). Ibrahim sangat berharap keluarganya, terutama ayahnya, meninggalkan perkara menyekutukan Allah meskipun pada akhirnya hidayah Allah yang menentukan. Kisah ayah dan anak, Ibrahim dan Ismail adalah ujian yang nyata dan mereka mampu melewatinya. Kedua hamba Allah tersebut memperlihatkan kepatuhan total kepada-Nya bahwasanya Allah sangat mustahil berlaku dzalim terhadap hamba-Nya. Setiap perintah Allah pasti mengandung kebaikan yang manusia tidak pernah mengetahui sebelumnya. Sampai akhirnya sebelum perintah tersebut dilaksanakan oleh Ibrahim, Allah menurunkan kebesaran-Nya dengan menggantinya dengan seekor sembelihan yang besar. Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya kurban yang dilakukan pada Hari Raya Haji.

 
Ketiga, harapan untuk masyarakat, baik saat itu maupun hingga masa yang akan datang. Bahkan, Ibrahim meminta kepada Allah agar suatu saat nanti, akan diutus seorang Rasul sekalipun dirinya telah tiada. “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan al-Hikmah serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana” (QS. Al-Baqoroh; 129). Dengan segala kuasa-Nya, Allah mengabulkan doa tulus dari Ibrahim dengan mengutus Muhammad shallallahu alaihi wassalam sebagai penutup para Nabi dalam waktu ribuan tahun kemudian. Mengetahui hal tersebut, maka pantaskah manusia berputus asa dari meminta dan berdoa kepada Rabb-Nya ? Sungguh, Allah Maha Mengetahui kapan doa yang kita panjatkan akan dikabulkan-Nya dan hanya kepada-Nya lah manusia wajib berusaha dan bertawakal.

 
Keempat, harapan untuk bangsa dan negara. Kecintaan Ibrahim kepada umatnya semakin terlihat saat ia berdoa tidak hanya untuk dirinya, keluarga, dan masyarakat melainkan juga untuk bangsa dan negaranya. “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri (Mekkah) ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah pun berfirman, ‘Dan kepada orang-orang yang kafir pun, Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali” (QS. Al-Baqoroh:126).
Nabi Ibrahim memberikan tauladan, inspirasi dan pelajaran yang tiada habisnya. Ibrahim adalah bapak para Nabi, ulul albab yang cerdas dan rasional. Ibrahim mencari Tuhan dengan ilmu dan rasionalitas sehingga sampai pada keyakinan yang sangat kuat. Ibrahim adalah hamba yang selalu bersyukur kepada Allah atas segala anugerah dan mengajarkan pada manusia lain bahwa Allah Maha Mengabulkan doa. Ibrahim adalah sosok yang sangat taat dan selalu menjadi garda terdepan dalam menyambut perintah Allah, beliau memiliki prinsip sami’naa wa atha’naa (kami dengar dan kami taat) dan senantiasa berpegang teguh dalam hukum Islam yang menjadi landasan hidup. Ibrahim adalah pekerja keras, tidak henti-hentinya bekerja, berdakwah dan tidak putus asa dalam berdoa. Ibrahim juga menempatkan pendidikan pada tempat yang sangat penting untuk menyiapkan generasi emas yang kuat sebagai penopang kejayaan umat di masa depan. Sebagai pemimpin yang peduli kepada masyarakat, negeri dan masa depan umat manusia, Ibrahim meyakini bahwa kecerdasan spiritual berupa hikmah dan kebijaksanaan adalah sangat penting dalam menciptakan karya besar, berbuat kebaikan yang banyak, yang bermanfaat bagi satu generasi ke generasi berikutnya. “Dan ingatlah hamba-hamba Kami, Ibrahim, Ishak dan Yaqub mempunyai karya-karya yang besar dan pengetahuan yang tinggi” (QS. Sad:45) . Ka’bah adalah karya Nabi Ibrahim dan dalam karya tersebut tersimpan energi Ibrahim yang sangat besar. Dekat dengan Ka’bah seperti dekat juga dengan Ibrahim. Karya besar dan jasa-jasanya selalu dikenang dari generasi ke generasi.

 
Dalam Q.S Asy-Syuara : 78-83, Ibrahim berkata,
Dia yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku
Dan yang memberi makan dan minum kepadaku
Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku
Dan yang akan mematikanku, kemudian akan menghidupkanku kembali
Dan yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat
Ibrahim berdoa, Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh

 
Betapa lembut dan menenangkannya pujian dan doa Ibrahim pada Allah. Hal-hal baik akan selalu dikenang. Bagi pelakunya akan menghadirkan kebahagiaan dan Allah akan membukakan pengabulan doa. Ibrahim tidak menyia-nyiakannya, lantas beliau berdoa “ Dan jadikanlah aku tutur kata yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian” (QS. Asy-Syuara 84). Doa-doa Nabi Ibrahim adalah hasil tutur kata baik dan lembut dari sosok khalilullah, kekasih Allah subhanallahu wa’taala.

 
Hikmah kehidupan Nabi Ibrahim tidak pernah usang untuk dikaji dan ditarik pelajaran. Dalam kaitannya dengan doa Nabi Ibrahim, pelajaran berharga adalah soal meninggalkan kenangan kebaikan. Soal merancang proyek kebaikan agar menjadi buah tutur kata yang baik bagi orang yang datang kemudian. Kisah Nabi Ibrahim dan keturunannya benar-benar menjadi pelajaran bagi manusia agar menjadi hamba Allah yang memiliki tauhid lurus, bersih dan kuat.

 
Salaamun a’laa Ibraahiim. Selamat sejahtera bagi Ibrahim.

 

(Sebagian redaksional tulisan seperti disadur dari Majalah Yatim Mandiri dan Majalah Nurul Hayat Edisi September 2016)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s