Hari Ini di Depan Kelas

Senin pagi yang pernah sama dengan waktu dahulu yang pernah ada. Diawali dengan bangun pagi buta untuk bersiap mengikuti upacara bendera di sekolah. Sebuah rutinitas pembuka minggu yang baru. Namun, hari ini seakan menjadi adegan membuka kotak pandora tentang cerita mengajar beberapa tahun silam.

Sejujurnya, saya seringkali merasa tidak bisa mengajar. Tidak bisa menjadi guru. Ironis memang. Pengalaman setahun mengajar saya layaknya mitos yang kerap terdengar namun tidak ada. Ah, betulkah demikian ? gumam saya dalam hati. Rasanya saya masih menyimpan rapi untuk fase hidup yang satu itu. Fase yang nyatanya saya nobatkan menjadi salah satu fase tak terlupakan dalam hidup.

Kali ini saya mencoba mengajar lagi. Setelah sekian lama meninggalkan dunia mengajar, saya diharuskan kembali membuka catatan lama namun ternyata cukup berguna. Teknik menguasai kelas, ice breaking, lesson plan, dan istilah-istilah lainnya. Nyatanya, saya masih  belum benar-benar bisa menemukan ide “Apa yang akan saya ajarkan nanti ? “ Kali ini temanya menarik, tentang profesi saya saat ini dan saya harus menemukan cara untuk menjelaskannya. Esensi dari Kelas Inspirasi yang saya ikuti memang demikian, mengenalkan profesi kepada murid-murid SD. Saya merasa beruntung bisa bergabung lagi dengan Kelas Inspirasi di kota yang berbeda. Kali ini saya mengajar dua rombongan belajar (rombel), yaitu Kelas 2 dan Gabungan Kelas 5 & 6. Inti dari materi ajar saya adalah mengenalkan pentingnya telekomunikasi pada mereka. Ya, saya harus mengakui bahwa sebetulnya lebih banyak konten ice breaking daripada materi inti. Begitulah adanya.

Limboro, pertengahan November 2011, Empat Tahun Lalu

Pekan ini, saya resmi menjadi wali kelas 5 SDN 19 Limboro, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Mandat langsung dari Kepala Sekolah pada saya, si guru karbitan ini. Ada 18 siswa dalam kelas yang telah menunggu. Hari pertama masuk sebagai wali kelas telah sukses membuat demam panggung. Rasanya saat bertemu 18 siswa dan mengajar mereka bagaikan bertemu dengan dosen penguji skripsi. Takut dibantai dengan cecaran pertanyaan yang saya tak mampu menjawabnya. Ckckck…memang terdengar berlebihan tapi seperti itu yang terjadi.

Memang benar adanya bahwa kekuatan anak-anak tak sanggup saya tandingi. Hari pertama tidak terlalu buruk namun saya berhasil ngos-ngosan. Sungguh, mereka adalah pemacu olahraga yang baik.

Kelas Inspirasi Madiun, 7 September 2015

Hari ini di SDN Plumpungrejo 04, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, beratus mil jauhnya dari SDN 19 Limboro di Pulau Sulawesi. Saya seperti déjà vu. Saya seperti melihat Fadly, ketua kelas 5 yang menyiapkan barisan saat akan masuk kelas. Saya seperti melihat Roswati, jagoan sekolah yang seringkali ditakuti oleh teman-temannya namun sebetulnya ia sangat setia kawan. Saya seperti melihat Zul, anak laki-laki manis yang suka membantu ibunya mencuci pakaian sepulang sekolah. Saya seperti melihat Mulkiah, gadis imut nan menggemaskan yang senang menggambar dan punya cita-cita menjadi pelukis.

Saya seperti melihat mereka dan murid SDN 19 Limboro lainnya ada di hadapan saya saat ini.

Saya seperti mendengar suara mereka menyanyikan Indonesia Raya dengan nada yang lain dari biasanya, seperti ada liukan cengkok nya. Saya segera tersadar dalam lamunan karena yang paling jelas perbedaannya adalah saat ini saya tidak mendengar bahasa Mandar yang kerap mereka jadikan bahasa sehari-hari daripada bahasa Indonesia.

Nyatanya saya rindu. Teramat sangat rindu.

Saya tertegun. Empat tahun sudah sejak saya datang pertamakali kesana. Tentu murid-murid disana sudah berubah. Mereka bertumbuh menjadi semakin dewasa. Ingatan saya melayang jauh. Berharap mereka baik-baik saja, tanpa kurang suatu apapun

***

Suasana di sekitar SDN Plumpungrejo 04 sangat asri. Akses menuju ke lokasi cukup mudah. Di dekatnya terhampar sawah hijau yang lapang. Terdapat 6 rombel dari kelas 1-6. Totalnya 108 murid yang rata-rata rumahnya tidak jauh dari letak sekolahnya. Kondisi bangunan permanen. Tenaga guru sudah berkecukupan. Kabar gembiranya, prestasi di sekolah ini tidak kalah mengesankan dengan sekolah-sekolah di kota. Salah satu prestasinya adalah Juara 3 Marching Band antar SD se-Kabupaten Madiun. Hal itu membuktikan bahwa setiap murid memang memiliki keistimewaan dan bisa kita temukan di tempat tak terduga sekalipun.

Saat para relawan Kelas Inspirasi dari berbagai profesi sudah selesai mengajar di kelas, murid-murid sudah tak sabar berhamburan keluar karena ada sesuatu yang menarik perhatian mereka. Balon warna-warni yang telah ditempel kertas berisikan nama dan cita-cita siswa SDN Plumpungrejo 04 siap diterbangkan. Salah satu murid ada yang bertanya, samar-samar saya mendengar,

“ Nanti itu  balon cita-citanya sampai ke Allah ya “

Saya tersenyum. Ah, anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka selalu bisa melontarkan pertanyaan yang apa adanya namun menantang untuk dijawab

“Memang Allah ada dimana ?” tanya salah satu diantara kami, relawan Kelas Inspirasi di SDN Plumpungrejo 04

Nang dhuwur (di-atas)” jawab murid itu lagi sambil tersenyum malu

Allah selalu ada dimanapun dan kapanpun, Nak”, ujar saya sambil berbisik pelan padanya

Dengan aba-aba, balon warna-warni itu pun membumbung tinggi menantang langit dan teriknya matahari siang itu. Membawa doa dan cita-cita dari murid-murid SDN Plumpungrejo 04.  Mereka bersorak senang melihat balon yang tadinya mereka pegang sudah semakin jauh. Langit biru siang itu sangat cantik berpadu dengan putihnya awan.

Hari ini, saya kembali membuka kotak pandora saya. Hari ini pula, saya kembali belajar lagi dari Kelas Inspirasi.

IMG_6727

Hari ini, di depan kelas.

Photo by : Eko Prasetya Nugraha (Fasilitator SDN Plumpungrejo 04, Kelas Inspirasi Madiun #3)

**Kelas Inspirasi adalah aktivitas para profesional yang bersedia iuran cuti sehari untuk mengajarkan tentang profesinya kepada murid-murid SD. Kegiatan ini telah menyebar di berbagai kota di Indonesia dan dikelola murni oleh para relawan. Untuk lebih jelasnya, sila dilihat di http://www.kelasinspirasi.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s