Membuka Kotak Pandora

Pesan singkat dari Awe, salah satu kawan dalam Grup WhatsApp Pengajar Muda Angkatan 3 siang itu di tanggal 24 November 2014  berhasil membuat saya tergugah. Di tengah hari saat saya sedang berkutat dengan laptop untuk urusan kantor membuat saya menghentikan pekerjaan sementara dan langsung terdiam. Ingatan saya kembali ke tiga tahun silam di tahun 2011.

Ajakan Awe sebetulnya sederhana dan mudah untuk dilakukan kapanpun. Ia mengajak untuk mengirimkan surat yang berisi cerita dan kabar terbaru untuk dikirimkan pada guru di SD penempatan kami  terdahulu saat masih bertugas menjadi Pengajar Muda (PM). Surat tersebut cukup di kirim via surel kepada teman-teman PM yang saat ini sedang bertugas.

Saat itu juga saya tersadar bahwa esok harinya adalah tanggal 25 November 2014 dimana tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Guru. Hari dimana sebelum saya menjadi PM tidak pernah terpikirkan. Tiga tahun lalu, saya coba kenalkan hari itu di hadapan para guru dan murid di SDN 19 Limboro, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Tidak ada perayaan yang mewah melainkan cukup dengan upacara peringatan dan pembacaan puisi dari murid untuk gurunya. Sejak hari itu, saya semakin memiliki keyakinan  penuh bahwa sosok guru tidak hanya ada di pendidikan formal semata, melainkan selalu ada guru di setiap sendi kehidupan seorang manusia.

Saya merenung dan sesekali tersenyum kecil. Jari tangan dan pikiran saya tergerak untuk membuka kotak pandora yang rapi tersimpan di memori laptop dan memori otak. Akhirnya, saya kembali membukanya setelah sekian lama. Ya, kumpulan foto yang menceritakan tentang perjalanan setahun  yang menakjubkan dan pastinya takkan terulang lagi. Tiga tahun sudah terlewati saat saya pertamakali datang ke Limboro. Bukanlah waktu yang singkat. Begitu banyak hal yang terjadi. Berpindah, bertemu banyak orang dan menjalankan kesempatan baru yang sedang dan telah saya jalani. Sementara saya luput satu hal bahwasanya apa yang menjadikan saya seperti sekarang tentunya adalah doa dari orang-orang yang saya cintai, termasuk orang baik yang saya temukan di perjalanan saat saya belajar menjadi seorang guru.

Tangan saya meraih telepon genggam dan mencari kontak keluarga saya di Limboro, yang bisa saya hubungi. Hasilnya seperti apa yang sudah bisa ditebak. Tidak setiap saat saya bisa menghubungi mereka karena ketiadaan jaringan ponsel di desa. Saya pun menghela nafas panjang dan terkenang gelak tawa murid-murid yang jauh disana.

Saya kembali ke pekerjaan dan menyelesaikannya untuk segera beralih ke hal lain. Ya, saya akan meluangkan waktu kembali untuk menyapa keluarga saya. Orang-orang yang pernah singgah di hati dan saya tidak pernah sama lagi seperti sebelumnya. Momen membuka kotak pandora hari itu mengingatkan saya bahwa meskipun hanya ada sedikit kabar yang dibagikan namun hal tersebut adalah satu bentuk terima kasih dan apresiasi bahwa selalu ada orang-orang yang menjadi guru terbaik sepanjang hidup kita.

Selamat hari guru untuk guru-guru hebat di SDN 19 Limboro, Majene 🙂

Selamat hari guru untuk semua orang yang pernah wara wiri di kehidupan saya. Dari mereka saya banyak belajar, tanpa mereka sadari 

(LA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s